Topik kali ini terinspirasi ketika melaksanakan sholat Jumat kemaren. Sangat bagus dan menurut admin perlu di share ke teman-teman semua. Semoga setelah mengetahui hal ini, kita tidak lagi takut akan kematian. Karena pada hakekatnya kematian adalah pintu masuk menuju ke kehidupan yang kekal.

 

Khotib sholat jumat kemaren memberikan suatu analogi yang menurut admin sangat tepat dan begitu meresap pada pikiran admin. Akhirat dianalogikan dengan rumah pribadi dan dunia fana yang sekarang kita tinggal dianalogikan dengan rumah kontrakan. Saat ini mungkin kita banyak menghabiskan baik dana maupun fikiran untuk mebuat bagus rumah kontrakan kita. Setiap saat kita selalu merenovasi rumah konntrakan kita sehingga tampak nyaman, bagus, dan enak untuk ditempati. Kita melupakan rumah pribadi kita, kita tidak pernah mengupayakan memperbaiki dan memperbagus rumah pribadi kita sehingga nampak kotor, tidak nyaman, dan tidak sedap dipandang mata. 

 

Nah… ketika masa kontrakan kita habis, kita merasa enggan untuk meninggalkan rumah kontrakan kita, kita enggan untuk menempati rumah pribadi kita. Kita merasa berat karena harta dan waktu kita telah banyak terkuras untuk memperbagus rumah kontrakan kita, dan merasa berat juga pindah ke rumah pribadi kita karena dirasa tidak nyaman.

 

Lain halnya bagi kita yang lebih banyak meluangkan waktu dan harta kita untuk memperbaiki rumah pribadi kita, sehingga ketika masa kontrakan habis, kita tidak merasa berat meninggalkan rumah kontrakan kita karena rumah pribadi kita lebih indah dan nyaman untuk di tempati.

 

Nah kenapa kita takut mati? Mungkin salah satunya tabungan kita di akhirat sangat kurang. Selama ini waktu dan harta kita terlalu banyak  dihabiskan  untuk kesenangan didunia saja. Tidak ada sama sekali waktu diluangkan untuk melakukan perbuatan yang bisa menambah tabungan kebaikan di akhirat. 

 

Lain halnya bagi yang selalu melakukan perbuatan yang bisa menambah tabungan amal di akhirat, maka ketika maut menjelang dihadapi dengan senyuman karena kehidupan yang kekal di akhirat begitu indah dan tentunya tersenyum karena akan bertemu dengan Allah SWT.

 

Nah saudaraku… mari kita menghisab diri sendiri mumpung masih diberi kehidupan. Lebih banyak mana amal kebaikan atau keburukannya. 

 

Shahabat Umar bin Khattab radiallahu ‘anhu, semoga Allah meridhoinya, suatu kali pernah memberikan panduan untuk hal ini dengan ungkapan yang terkenal Hasibu anfusakum qabla antuhasabu. Atau dengan bahasa kita sekarang kita diharuskan banyak-banyak mengoreksi diri sendiri sebelum datang hari penghitungan, hari berbangkit, hari di mana amal-amal kita akan dihitung oleh Dzat yang Maha Adil.

 

Mari kita bersama-sama jadikan dunia ini sebagai ladang amal untuk akhirat kelak.