Sholawat beserta salam kita panjatkan kehadirat,baginda Rasulullah SAW,yang menyempurnakan Akhlak mulia,sehingga baginda menjadi tauladan sebagai Al Akhlaqul Kharimah,yang mendapat gelaran Al Insan Kamil.

 

Akhlak adalah sifat dan watak yang menggambarkan kepribadian,keadaan bathin dan rohani seseorang.Diatas sifat dan watak inilah seseorang akan dibangkitkan pada hari pembalasan/hisab diwaktu Kiamat,ketika itu ditampakkan berbagai hal secara terbuka.

Biasanya,apabila penampilan fizikal seseorang itu terlihat kemas dan baik,ia akan dikatakan berpenampilan baik,yakni dalam segi zahirnya.Begitu pula penampilan bathin(dalaman)seseorang.Apabila dihiasi berbagai sifat dan watak ,ia dikatakan berpenampilan bathin yang baik,ataupun berakhlak baik.Penampilan bathin inilah yang selalu dilihat oleh Allah,dan dengan penampilan bathin, seseorang itu akan dibangkitkan pada hari kiamat kelak.

Penampilan luaran seseorang belum tentu akan sama dengan penampilan dalamannya.Seseorang yang berpenampilan kemas ,apabila mempunyai tingkah laku yang mencerminkan kerendahan adab,sombong,dan perangai lain yang bersumber dari penyakit hati ,hanya akan menimbulkan perasaan benci oleh orang-orang sekitarnya.Dan bila seseorang luarannya biasa saja,ataupun sederhana,apabila menghiasi akhlaknya dengan perangai terpuji,penyayang,murah hati,lapang dada,Qanaah,tawadhu dll, tentu orang lain akan mencintainya.Dan tentunya lebih beruntung lagi apabila seseorang itu menghiasi, memiliki keduanya,yaitu luaran dan dalaman yang baik adanya.

 

Seorang mukmin yang bijak mesti mencurahkan perhatiannya untuk berusaha meluruskan akhlaknya,dan mempunyai sifat-sifat yang dicintai oleh Allah.Seorang mukmin berkewajiban menyahut misi pengutusan Rasulullah sebagai nabi,seperti yang disabdakan baginda dalam hadistnya yang bermaksud:

“Aku hanya diutus untuk menyempurnakan akhlak-akhlak yang mulia.”(Riwayat Al-Bukhari).

Sebahagian orang bijak pandai di Yaman pada masa lalu,berkata,”Barang siapa lebih sibuk mendandani jasmaninya daripada rohaninya,hendaklah ia menuntut upah kepada ulat dan cacing,yang nanti akan menjadikannya santapan.”

Mengapa begitu? Sebab jika seseorang hanya sibuk mendandani jasmaninya,tidak sibuk mendandan rohani dan budi pekertinya,sebenarnya ia hanya melayani ulat dan cacing,yang nanti akan menjadikannya mangsa(ketika ia sudah menjadi mayat dalam kubur)

Menjadi orang berakhlak mulia ataupun menyampaikan syiar dan dakwah kepada orang lain supaya berakhlak mulia,memiliki resiko dan cabaran yang besar,yaitu mungkin akan dilabel sebagai orang gila atau kurang waras.Hal ini sebagaimana yang disebutkan dalam firman Allah yang bermaksud :

“Nuun…Demi pena dan apa yang mereka tulis,Engkau (wahai Muhammad)-dengan sebab nikmat pemberian Tuhanmu-bukanlah seorang gila (sebagaimana yang dituduh kaum musyrik,bahkan engkau adalah seorang bijaksana).Dan sesungguhnya engkau tetap beroleh pahala yang amat besar,yang tidak putus-putus,(sebagai balasan bagi menjalankan ajaran Islam),dan sesungguhnya engkau mempunyai akhlak yang amat mulia.”(Surah Al-Qalam,ayat 1-4).

 

Akhlak yang telah disempurnakan oleh Nabi Muhammad SAW dengan ajaran Islam,juga merupakan dasar Aqidah (dasar dan sendi pokok Agama Tauhid) yang telah menyempurnakan Islam sebagai agama akhir Zaman.

 

Sabar,Bijak,dan Murah Hati.

 

Akhlak dan dakwah mempunyai kaitan penting dengan kesabaran,karena dengan akhlak inilah para Nabi  menerapkan para sahabat dan pengikutnya.Allah SWT menghiasi tingkah laku mereka dengan kesabaran,sehingga mereka menjadi ikutan dan tauladan bagi orang lain.

Sabar adalah prajurit akal yang dapat mengendalikan gerak-gerik seseorang.Kesabaran juga dapat menegakkan keadilan dimata masyarakat.Kesabaran dapat mendorong seseorang agar tidak menjadikan hawanafsu sebagai hakim.Salah satu  bentuk kesabaran adalah kesanggupan seseorang dalam menjalani rasa susahnya beramal ibadah,baik wajib maupun sunnah,dan melaksanakan kegiatan2 yang mengandungi maslahat dan manfaat bagi kehidupan dunia dan akhirat.Kesabaran juga mendorong ketekunan dan ketabahan dalam menunaikan amalan baik.

Bentuk sabar yang lain dan juga yang utama,ialah kesanggupan seseorang dalam menahan diri  dari kesenangan yang diingini oleh nafsu.Seorang mukmin akan diperingatkan oleh akal,dan memberitahu, bahwa setiap yang diingini dan yang diperturutkan oleh nafsu tersebut terkandung kemudharatan.Jika disentuh begitu saja ia akan membawa dirinya kepada kenistaan dan petaka.Lalu nafsu orang tersebut akan bertahan (sabar) untuk tidak menyentuhnya sebelum pertimbangan akal (padahal ia sangat menginginkannya) ,karena tahu akibat yang akan terjadi.

Dengan tertanamnya sifat sabar yang terlatih pada bathin sesorang itu,maka tumbuh pula sifat kebijaksanaan (hilm).Bijaksana juga merupakan sifat yang diberikan Allah kepada para Nabi dan RasulNYA.Dan Allah Maha Bijaksana akan menganugerahkan hilm kepada yang dikehendakiNYA sebagai balasan diatas kesabaran seorang mukmin dalam melatih dirinya untuk berakhlak mulia.Bijaksana juga adalah kemampuan seseorang dalam mengendalikan amarah.

Diantara akhlak yang berkaitan dengan sikap bijaksana,yang setiap mukmin dan muslim dianjurkan memilikinya ,adalah murah hati (samahah).Sikap ini harus diterapkan oleh seorang mukmin dalam kehidupannya dan ketika bermuamalah dengan orang lain dalam bermasyarakat.

Dalam Islam,murah hati merupakan salah satu akhlak yang diajar oleh Nabi Muhammad SAW.Ketika berdakwah dengan para pengikutnya dan orang-orang beriman.Baginda bersabda,maksudnya:

“Allah sangat sayang kepada orang yang murah hati ketika menjual,murah hati ketika membeli,murah hati ketika membayar,dan murah hati ketika menagih.”(Riwayat Bukhari).

 

Rasulullah SAW mengajar kita doa untuk mendapatkan akhlak yang mulia.Diriwayatkan bahwa baginda berdoa, “Ya Allah,tunjukkanlah kepadaku keindahan akhlak yang tidak dapat menunjukkan keindahannya melainkan Engkau semata-mata,Dan palingkanlah dariku keburukan akhlak yang tidak dapat memalingkan keburukannya ,melainkan Engkau semata-mata.”(Riwayat Muslim)

Dalam hadis lain diriwayatkan bahwa Rasulullah SAW meminta perlindungan dari keburukan akhlak,keburukan watak dan kerendahan adab .Baginda berdoa maksudnya:”Ya Allah,sesungguhnya aku berlindung kepadaMU dari kemungkaran akhlak,amal-amal perbuatan ,hawa nafsu dan penyakit-penyakit (hati).”(Riwayat At-Tirmidzi dan Ath-Thabrani) .

 

Pada masa kini ,Negara kita sedang berhadapan dengan keruntuhan akhlak yang amat serius.Bangsa kita yang dulunya dikenali dengan berbudaya elok, sikap bersopan santun,tenang dan tenteram dengan semboyan “gemah lipah lhoh jinawi”,ramah dan bersahabat,akhir-akhir ini berubah menjadi bangsa yang kasar,bengis ,egois dan sombong.Setiap hari kita menyaksikan media massa menayangkan berita-berita kriminal,Ada anak yang sanggup menghabisi nyawa orang tuanya,perampokan ,pelecehan hak asasi manusia,bahkan ada yang sanggup membuang bayinya sendiri.

Oleh itu sudah menjadi tugas kita bersama sebagai mukmin dalam bernegara,untuk memperbaiki keruntuhan akhlak dan kerendahan adab,di Ibu  Pertiwi,Negara kita tercinta ini .Sememangnya memerlukan kesadaran dari setiap individu,dan bermula dari diri kita sendiri. Dengan menjadikan akhlak mulia sebagai tauladan,dan kemudian menampilkan budi pekerti dan tingkah laku yang mendatangkan maslahat dan manfaat kepada orang lain dan masyarakat pada umumnya.Ini karena akhlak mulia merupakan ciri seorang mukmin sejati.Dengan tersebarnya akhlak mulia dan menjadi acuan oleh para pemimpin terutamanya,Insya Allah, bangsa dan Negara kita  perlahan-lahan akan segera bangkit dari keterpurukan dan berubah kearah yang lebih baik.Amien Allahuma Amien.