SABAR


Sebuah kata sederhana namun sangat susah untuk melakukannya, begitu komentar umum yang sering kita dengar.

Apakah S A B A R itu susah untuk dilakukan ?

Mengapa akhir-akhir ini Sabar kehilangan makna terdalamnya dalam hidup kita?

Adakah sesuatu yang membuat kita kehilangan kesabaran?

 

 

Apa itu Sabar ?

Sabar berarti menahan diri dari keluh kesah dan rasa benci, menahan lisan dari mengadu, dan menahan anggota badan dari tindakan yang mengganggu dan mengacaukan.

Bagaimana Allah menggambarkan orang yang sabar?

 

“Dan berapa banyaknya Nabi yang berperang bersama-sama mereka sejumlah besar dari pengikut-(nya) yang bertakwa, meraka tidak menjadi lemah karena bencana yang menimpa mereka di jalan Allah, dan tidak lesu dan tidak (pula) menyerah (kepada musuh). Allah menyukai orang-orang yang sabar. Tidak ada doa mereka selain ucapan “Ya Tuhan kami ampunilah dosa-dosa tindakan-tindakan kami yang berlebih-lebihan dalam urusan kami, dan tolonglah kami terhadap kaum kafir”.

 

Orang yang sabar menurut ayat tersebut adalah yang apabila ditimpa musibah tidak menjadi lemah, lesu dan menyerah dengan keadaan yang terjepit, bahkan ketika ditimpa musibah, orang yang sabar berdoa memohon ampun kepada Allah atas dosa-dosa dan tindakan-tindakan yang melampaui batas-batas hukum yang telah ditetapkan Allah SWT.

Motivasi manusia untuk sabar

1. sabar karena Allah,

2. sabar dengan pertolongan Allah,

3. sabar bersama Allah

Pertama, sabar karena Allah, yakni hendaklah yang mendorongmu untuk bersabar itu adalah karena cinta kepada Allah, mengharapkan keridhaan-Nya, dan untuk mendekatkan kepada-Nya, bukan untuk menmpakkan kekuatan jiwa, mencari pujian makhluk, dan tujuan-tujuan lainnya.

Kedua adalah meminta pertolongan kepada-Nya sejak awal dan melihat bahwa Allah-lah yang menjadikannya sabar, dan bahwa kesabaran seorang hamba adalah dengan (pertolongan) Tuhannya, bukan dengan dirinya semata. Sebagaimana Firman Allah :

وَاصْبِرْ وَمَا صَبْرُكَ إِلاَّبِاللهِ

Artinya : “Bersabarlah, dan tiadalah kesabaranmu itu melainkan dengan pertolongan Allah”. (al-Nahl, ayat 127)

Yakni seandainya Allah tidak menyabarkanmu niscaya engkau tidak akan bersabar,

Ketiga, sabar bersama Allah yakni dalam perputaran hidupnya hamba selalu bersama dan sejalan dengan agama yang dikehendaki Allah dan hukum-hukum agamanya-Nya. Menyabarkan dirinya untuk selalu bersamanya, berjalan bersamanya, berhenti bersamanya, menghadap kemana arah agama itu menghadap dan turun bersamanya.