Ketika semua serba salah, sebagaimana biasanya

Ketika jalan yang kau tempuh terasa mendaki

Ketika uang hanya sedikit, sedangkan utang melilit

Dan kau ingin tersenyum, tetapi kau terpaksa mengeluh

Ketika urusan terasa agak membebanimu

Istirahat kalau perlu, tapi jangan berhenti

 

Hidup ini aneh bila tanpa lekuk dan liku

Seperti yang kadang-kadang kita alami

Dan banyak kegagalan yang kita jumpai

Ketika semestinya kita berhasil, ada saja yang menghalangi

Namun jangan menyerah kendati gerak maju tampak lambat

Siapa tahu berhasil pada usaha berikutnya

 

Keberhasilan adalah sisi lain kegagalan

Seperi tinta perak dibalik awan keraguan

Dan kau tak pernah dibalik awan keraguan

Dan kau tak pernah tahu seberapa dekat tujuanmu

Mungkin sudah dekat ketika bagimu terasa jauh

Maka tetaplah berjuang bahkan ketika hantaman semakin keras

Ketika segalanya tampak sangat buruk

Kau tetap tak boleh berhenti

♫•*¨*•.¸¸ﷲ¸¸.•*¨*•♫•*¨•.¸¸ﷲ¸¸.•*¨*•♫

 

 

 

Gagal lagi, gagal lagi, dan gagal lagi. Hal seperti ini pun akan memungkinkan kita putus asa. Anda telah mencoba, Anda telah bersabar, dan Anda telah berusaha, namun kegagalan dan kegagalan yang menemui Anda. Keadaan seperti ini bisa diibaratkan seperti sesorang yang sedang mencari suatu tempat tetapi tidak mengetahui harus lewat mana.

 

 

Jika jalan yang Anda ketahui sedikit, maka Anda akan cepat berhenti karena tidak ada jalan lagi yang bisa ditempuh. Tetapi jika Anda mengetahui banyak jalan, maka Anda mencoba jalan yang lainnya sampai menemukan jalan yang benar. Semakin banyak jalan yang Anda ketahui dan energi Anda masih cukup maka kemungkinan untuk bergerak terus masih sangat memungkinkan.

 

 

Jalan yang dimaksud disini adalah ide. Saat Anda gagal dengan satu ide, maka Anda bisa mencoba ide yang lain. Ide tersebut bisa Anda dapatkan baik dari ide sendiri maupun ide dari orang lain. Agar bisa menghasilkan ide sendiri maka diperlukan kreativitas. Sementara untuk mengetahui ide dari orang lain, maka yang diperlukan adalah menuntut ilmu.