Jejak perjalanan akan menjadi usang

Ketika manusia bangga akan masa lalunya

Atau ketika membanggakan masa lalu moyangnya

Jejak perjalanan kan menjadi gersang

Ketika manusia terkenang oleh luka masa lalu

Ketika manusia membangun dendam moyangnya

Sejarah suka bukan untuk di banggakan

Karena itu hanya membangun mimpi  belaka

Dan membangkitkan angan-angan manusia

Itu akan mengkalkulasi dan menimbun rasa kecewa

Yang akan membuat diri mengkambing hitamkan orang

Ketika semua menyaksikan bahwa mimpi tak kembali

Teriring luka manusia terkenang mimpi cerita

Walau diri-nya tak pernah mengalami akan halnya

Realita itu tidak seperti mimpi dalam cerita manusia

Yang di ceritakan berdasarkan katanya-katanya belaka

Jadi bila hendak memperoleh karunia hakekat serta ma’rifat

Hiduplah dalam realita bukan terjebak mimpi dan catatan

Biarkanlah sejarah menghias cakrawala hidup

Biarkanlah sejarah jadi pijakan dan tapak pemula

Yang telah terlewati dalam realita waktu yang ada

Semua akan selalu menjadi realita dan hal baru

Yang sungguh selalu berbeda dengan yang pernah ada

Baik yang terjadi dalam diri atau yang ada pada orang lain

Mulailah berjalan dalam hakekat yang sesungguhnya

Bukan dalam hakekat yang telah menjadi cerita majazi,

Niscaya secara berangsur akan mengerti WUJUD HAKIKI

Kitika manusia memulai dalam jalan Hakekat yang real

Namun bila manusia terjebak ikut-ikutan cerita hakekat

Yang timbul adalah “apatizem” dan klaim diri “mustahil”

Hingga maunsia akan putus asa pada rahmat Allan ta’ala