Suatu saat nabi Musa as berjalan jalan dan bertemu dengan seorang hamba Allah yang seumur umur hidupnya tidak pernah merasakan kesenangan hidup. Pada waktu itu dia tengah berendam di suatu sungai karena pakaian satu satunya yang ia miliki sedang dikeringkan dibebatuan setelah selesai dicuci. Begitu melihat nabi Musa as, spontan hamba Allah SWT tersebut  memanggil manggilnya dan berkata : “Wahai Musa, tolong sampaikan pada Allah SWT bagaimana seharusnya aku berbuat agar hidupku senang , seumur hidupku aku belum pernah merasakan hidup senang .” Maka nabi Musa as pun mengiyakan dan berjanji akan menyampaikan kepada Allah SWT tentang permohonan hamba Allah tersebut.

Setelah berjalan beberapa jauh kemudian nabi Musa as pun bertemu dengan hamba Allah lainnya yang keadaannya bertolak belakang dengan hamba Allah sebelumnya. Seumur hidupnya selalu berada dalam kesenangan dan kebahagiaan hidup, tak pernah sekalipun merasakan susahnya hidup. Dia sedang berada di taman dengan begitu banyak pelayan pelayan dan buah buahan serta harta yang banyak. Begitu melihat nabi Musa as tiba tiba dia menghampirinya dan berkata : “ Wahai nabiullaah Musa , aku mohon sampaikan kepada Allah SWT bagaimana seharusnya aku buat agar aku bisa merasakan susahnya hidup walau hanya sekali, seumur hidupku tak pernah aku merasakan hidup susah.” Kemudian nabi Musa pergi bermunajat kepada Allah SWT menyampaikan permohonan kedua hamba Allah tersebut.

Setelah nabi Musa as menyampaikan permohonan kedua hamba Allah tersebut maka Allah SWT telah berfirman kepada nabi Musa as. Allah SWT telah memerintahkan kepada hamba Allah yang pertama, agar dapat merasakan hidup senang dan bahagia maka syukuri saja ni’mat yang ada, sedangkan untuk hamba Allah yang kedua bila ingin hidupnya susah maka ingkari saja ni’mat yang selama ini telah dirasakan.

Nabi Musa lalu kembali menemui hamba Allah yang sedang berendam di sungai. Dikatakan kepadanya bahwa jika ia benar benar ingin merasakan hidup bahagia dan senang maka syukuri saja ni’mat yang ada. Begitu mendengar jawaban yang diberikan nabi Musa as , maka tiba tiba wajahnya telah berubah merah dan dengan meradang ia berkata : “ Wahai Musa apa yang bisa saya syukuri  dalam hidup ini, aku tak punya rumah tak punya istri apalagi anak , tak punya pekerjaan, tak punya ……..” Hamba Allah tersebut terus mengomel karena merasa selama ini tidak pernah mendapat keni’matan dari Allah SWT. Dia tidak sadar bahwa seungguhnya ni’mat Allah SWT tiada terhingga seperti ni’mat sehat ni’mat hidayah ni,mat iman dan sebagainya. Karena hamba Allah tersebut tetap tak mau mensyukuri ni’mat yang ada maka tidak perduli, walau dia sudah tidak punya kebendaan apapun kecuali satu satunya pakaian , tiba tiba angin yang kencang telah menerbangkan pakaian satu satunya itu.

Nabi Musa as kemudian menemui hamba Allah yang kedua dan menyampaikan bahwa jika ingin hidup susah yakni dengan cara ingkari saja ni’mat yang selama ini diperolahnya. Hamba Allah tersebut tercengang dan berkata : “ Wahai nabiullah Musa , tidak mungkin saya akan mengingkari ni’mat dari Allah SWT. Seumur hidupku aku selalu bersyukur atas segala keni’matan yang Allah SWT telah anugerahkan kepadaku.”  Nabi Musa as kemudian berkata kepadanya, :” Kalau begitu kamu selamanya tidak akan pernah merasakan hidup susah, selamanya kamu akan hidup bahagia dan hidup senang.” Benar saja walau hamba Allah tersebut telah diberi karunia begitu banyak keni’matan, karena dia senantiasa mensyukurinya maka tiba tiba hartanya jadi bertambah banyak, buah buahan dikebunnya jadi berlimpah limpah. Inilah balasan Allah SWT kepada hamba hamba-Nya yang selalu bersyukur atas segala ni’mat.

Hikmah yang bisa kita petik dari kisah tersebut di atas adalah bahwa kunci kebahagiaan hidup adalah dengan senantiasa mensyukuri ni’mat ni’mat yang dinugerahkan kepada kita sebaliknya jika kita tidak mau bersyukur maka bersiap siaplah untuk selalu hidup susah baik di dunia terlebih lebih lagi di akhirat kelak.

Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan: “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya adzab-Ku sangat pedih”.

( QS Ibrahim ayat 7 )

“Ya Tuhanku, berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakku dan untuk mengerjakan amal shaleh yang Engkau ridai; dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang shaleh”.

( QS An Naml ayat 19)