“ADA SESUATU” DI bawah Kaki Kita Yang Begitu Mengerikan

Herman : “Aduh, siang-siang..panas sekali yah ?..gerah banget euy..”

Mukhlis : ” Mas Herman, sudah shalat Dhuhur?..”

 

Herman : “Aduh..panas begini kok mau ceramah lagi sih?…ntar aja ah..kalau udah agak dinginan dikit”

Mukhlis : “Mas,…. Mas Herman pernah berfikir sesuatu tentang bumi ini ?”

 

Herman :  “Aduh..napa lagi sih?” ##**~~”

Mukhlis : “Dibawah permukaan bumi terdapat sebuah lapisan mendidih yang dinamakan magma, padahal kerak bumi sangatlah tipis…”

 

Herman : “Trus hubungan sama panas nya kayak gini apa seh dek Mukhlis?”

 

Mukhlis : “Tebal lapisan kerak bumi dibandingkan keseluruhan bumi adalah sebagaimana tebal kulit apel dibandingkan buah apel itu sendiri. Ini berarti bahwa magma yang membara tersebut demikian dekatnya dengan kita, dibawah telapak kaki kita!”

Mukhlis : “Jadi panas yang dipantulkan Matahari sebenarnya tidak begitu seberapa panas, karena ia sudah disaring oleh lapisan atmosfer beberapa lapis. Khan ada 7 lapisan atmosfer.. Mas Herman..”

 

Herman : “Oh begitu ya dek..”

Mukhlis : “Iya Mas Herman. Makanya, kalau ada gunung meletus, gempa bumi, maka ini panas magma sewaktu-waktu bisa keluar.. dan bukannya nakut-nakutin sih mas..tapi magma bumi yang panasnya melebihi 1000 derajat Farenheint sewaktu-waktu nempel di kaki Mas Herman…”

Makanya buruan Shalat Dhuhur Mas Herman..minta ampun sama Allah …”

 

Herman : “Astaghfirullahal adziim…ya dek..makasih..udah ngingetin Mas..”

Herman pun berlari-lari ke kamar mandi mengambil wudhu sambil ketakutan..

 

Mustahil orang ini mampu untuk tidak berpikir sedetikpun ketika berada di tempat yang penuh dengan bahaya yang setiap saat mengancam jiwanya. Ia pun akan berpikir pula bagaimana mungkin manusia dapat hidup dalam sebuah planet yang sebenarnya senantiasa berada di ujung tanduk, sangat rapuh dan membahayakan nyawanya. Ia lalu sadar bahwa kondisi ini hanya terjadi karena adanya sebuah sistim yang sempurna tanpa cacat sedikitpun. Kendatipun bumi, tempat ia tinggal, memiliki bahaya yang luar biasa besarnya, namun padanya terdapat sistim keseimbangan yang sangat akurat yang mampu mencegah bahaya tersebut agar tidak menimpa manusia. Seseorang yang menyadari hal ini, memahami bahwa bumi dan segala makhluk di atasnya dapat melangsungkan kehidupan dengan selamat hanya dengan kehendak Allah, disebabkan oleh adanya keseimbangan alam yang sempurna dan tanpa cacat yang diciptakan-Nya.

 

“Dan berilah mereka peringatan tentang hari penyesalan, (yaitu) ketika segala perkara telah diputus. Dan mereka dalam kelalaian dan mereka tidak (pula) beriman.” (QS. Maryam, 19: 39)

 

“Dan Nikmat Tuhanmu manakah yang hendak kau dustakan?” (Qur’an Surah Ar Rahman )

 

 

 

Salam Ukhuwah