Tersentak aku bangun, di suatu pagi
Tiba-tiba tubuhku mengecil, mengecil, mengecil, dan mengecil
Menjadi sebutir debu yang melayang-layang
Menempel di ujung daun, terjatuh
Tersandung jempol kaki tukang cendol, Menggelinding menabrak tembok pemarka jalan
Terlindas ban mobil baby-benz

aku tak lagi punya roh dan jiwa yang menggerakkan hidup
aku tak lagi punya darah yang menggelorakan semangat
aku tak lagi punya nafas yang mengongokohkan jatidiri
bahkan,
aku melayang kemanapun angin menerbangkan tubuhku
karena aku cuma sebutir debu