يا أيّها الناس اتقوا ربكم واخشوا يوما لايجزي والد عن ولده ولامولود هو جاز عن والده شيئا إنّ وعد الله حقّ فلا تغرّنكم الحيوة الدنيا ولا يغرّنكم بالله الغرور _لقمان:33

Hai manusia, bertakwalah kepada Tuhanmu dan takutilah suatu hari yang (pada hari itu) seorang bapak tidak dapat menolong anaknya dan seorang anak tidak dapat (pula) menolong bapaknya sedikitpun. Sesungguhnya janji Allah adalah benar, Maka janganlah sekali-kali kehidupan dunia memperdayakan kamu, dan jangan (pula) penipu (syaitan) memperdayakan kamu dalam (mentaati) Allah (Q.S. Luqman: 33)

 

عن جرير بن عبد الله البجلي قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : من سنّ سنة حسنة فله أجرها وأجر من عمل بها من بعده من غير أن ينقص من أجورهم شيئ ومن سنّ سنة سيئة كان عليه وزرها ووزر من عمل بها من بعده لا ينقص من أوزارهم شيئ ثم تلا هذه الآية ونكتب ما قدّموا وآثارَهم. رواه بن حاتم

Dari Jarir bin Abdullah Al-Bajaliy berkata: “Rasulullah saw. Bersabda: ‘Barangsiapa yang memulai suatu perilaku yang baik maka baginya pahala, ditambah dengan sebesar pahala orang yang mengikutinya tanpa sedikitpun mengurangi pahala masing-masing. Dan barangsiapa yang memberi contoh perilaku yang jahat, baginyalah dosa ditambah dengang dosa orang yang mengikutinya tanpa sedikitpun mengurangi dosa masing-masing. Kemudian beliau membacakan ayat, “Wanaktubu ma qaddamu waatsarohum …”. H.R. Ibn Abi Hatim

 

وذهب مالكٌ والشافعيّ إنّ القراءة لايصحّ إهداء ثوابها إلى الموتى لأنه ليس من عملهم ولا كسبهم وهكذا جميع العبادات البدنية كالصلاة والحجّ والتلاوة ومن ثَمّ لم يندُب إليها رسول الله صلى الله عليه وسلم أمّتَه ولا حثهم عليها ولا أرشدهم إليها بنصٍّ ولا إيماءٍ ولم يُنقَلْ عن الصحابة رضي الله عنهم ولو كان خيرا لسبقونا إليه. تفسير المرغي 27: 25

Imam Malik dan Imam Asy-Syafi’i berketetapan bahwa qira’ah (bacaan) tidak diperkenankan pahalanya dihadiahkan kepada yang telah meninggal, karena hal itu bukan amal dan kasab mereka, demikian pula semua ibadah-ibadah badaniyah lain seperti salat, haji, dan qiraah (Quran). Karena itu Rasulullah saw. tidak menghukumi sunat kepada umatnya akan hal itu dan tidak menetapkan mereka untuk demikian, tidak pula memberi petunjuk mengenai hal itu dengan nash (dalil) maupun dengan isyarat. Dan tidak pula ditemukan dari sahabat manapun, semoga Allah meridloi mereka. Kalaulah amalan itu baik pastilah mereka (para sahabat Nabi saw.) akan lebih mendahului kita (mengamalkan) hal itu.” Tafsir Al-Maraghi XXVII: 65

 

من دعا إلى هدًى كان له من الأجر مثل أجر من اتبعه من غير أن ينقص ذلك من أجورهم شيئا. رواه مسلم

Barangsiapa yang mengajak kepada petunjuk, adalah baginya pahala seperti pahala siapa yang mengikutinya tanpa ada kurang dari pahala masing-masing. H.R. Muslim