~**~ Hati Yang Ketandusan Cinta ~**~

oleh Fara Dhyla Sofyan pada 30 Januari 2011 jam 17:39
Dialah wanita sholehah yang menjaga kesucian dirinya.Allah telah menetapkan beberapa wanita mulia sebagai penghuni surga & penghulu (pemimpin) para bidadari.

Dialah bidadari bumi, dialah wanita sholehah yang keberadaan dirinya lebih baik dan berarti dari seluruh isi alam ini.

Ya Allah jadikanlah kami, ibu kami, kakak dan adik kami serta perempuan-perempuan di sekeliling kami menjadi bidadari di dunia dan akhirat.

Amin Ya`Robbal Allamin.

 

Sabarlah duhai hati.

 

Tak perlu kau tagih cinta manusiawi yang bersifat sementara.

 

Ada cinta yang lebih kekal abadi buat dirimu.

 

Ada cinta yang bisa membuat kau mengalirkan airmata ketika hati merindui.

 

Ada cinta yang mampu memberikan ketenangan pada jiwamu ketika kamu dilanda keresahan.

 

Ada cinta yang dapat kau jadikan tempat merintih saat kesedihan datang menjenguk.

 

Ada cinta yang mampu memberikan apa saja yang kamu inginkan.

 

Namun, terkadang cintamu itu pasti diuji.

 

Sekuat mana cintamu pada-Nya, sehebat mana kasih kamu pada-Nya.

 

Ujian datang dalam berbagai cara.

 

Sekecil-kecil hal untuk menilai kesetiaanmu pada-Nya.

 

Andai kata kuat dan tetap hatimu pada-Nya, maka bergembiralah.

 

Jika hatimu goyah dan ragu kasih sayang-Nya setelah didatangkan ujian pada dirimu, maka sadarlah bahwa nilai cintamu disisi-Nya masih lemah.

 

Kembalilah pada cinta-Nya yang lebih agung dari kecintaanmu buat dunia dan isinya.

 

Sudah menjadi sunnah-Nya, setiap yang bergelar mukmin pasti akan diuji.

 

Dari tes itulah, Dia mencari hamba-hamba-Nya yang benar-benar mendambakan keridhaan dari-Nya.

 

Apakah kau sanggup menghadapi segalaan ujian itu?

 

Namun, tidak banyak yang ingin mencari cinta yang kekal abadi ini karena tidak ingin dilanda tes ini.

 

Tidak banyak yang ingin mengeluarkan keringat dan darah sekalipun untuk merasakan manisnya cinta yang bertunjangkan kekuatan aqidah terhadap yang Khalid ini.

 

Maka sabarlah duhai hati.

 

Bila telah kau rasakan manisnya cinta dari sang Pencipta,

 

maka tak perlu lagi kau kejar cinta manusiawi yang rata-ratanya berlandaskan nafsu semata.

 

Bila telah kau tetapkan hati untuk mencintai Tuhan semesta alam, maka itulah sebenarnya kecintaan yang sejati.

 

Dan dalam perjalanan menelusuri lintasan cintai terhadap-Nya yang sudah pasti dilalui kerikil dan duri,

 

akan didatangkan ” seorang ” yang turut sama mencintai-Nya sebagaimana dirimu juga.

 

Sebagai teman hidup dan yang akan menyempurnakan sebagian dari imanmu.

 

Yang padanya ada ketenangan dan kebahagiaan berporos Tuhan yang Maha Satu.

 

Maka sabarlah duhai hati.

 

Tidak perlu kau gundah gulana andainya kau masih tidak berkasih dengan manusia.

 

Dia akan datang. Itu sudah pasti.

 

Namun datangnya tidak siapa yang tahu kecuali Dia sang Pencipta cinta itu.

 

Moga datangnya cinta insani itu, akan menguatkan lagi kecintaanmu buat sang Pencipta cinta itu sendiri.

 

Karena jiwa yang sepi tanpa cinta dan kasih dari-Nya, adalah umpama padang pasir yang kegersangan.