Di saat matahari menjadi penerang langkah
Lentera itu tak lagi kau butuhkan
Kemudian kau acuhkan, kau buang begitu saja
Tanpa kau fikir jasanya berulang di saat gelap

Di saat malam mulai menyelimuti bumi
Tak ada lagi sinar yang menerangi langkahmu
Sebab malam semakin pekat terselimut awan mendung
Kini kau menggigil kedinginan tanpa ada teman disisi

Dulu kau bangga dengan segala yang kau punya
Berfoya-foya bersama bisikan dan membutakan
Kau tutup telingamu di saat suara adzan
Kau teguk maksiat di saat orang-orang berwudhu
Kau berpesta ria di saat orang menunaikan sholat

Dulu kau merasa paling benar tanpa salah
Melakukan segala keinginan yang kau suka
Di saat orang berpuasa kau makan sepuasnya
Di saat orang mengaji kau melakukan kedzoliman
Di saat orang berzakat kau berfoya di tempat maksiat

Mengapa…mengapa kau tak mau berfikir…
Bahwa semua yang kau miliki adalah titipan dariNya
Mengapa…mengapa kau tak pernah mensyukuri…
Atas kemewahan yang diberi Allah kepadamu…
Sedangkan mereka yang dalam kekurangan…
Tak lupa kepada Allah, sebab Dialah Sang Pencipta

Kini, setelah kehancuranmu kau baru menyesal
Di saat semua titipan itu kembali kepadaNya
Jiwamu tak tenang, sebab enggan menuaikan sholat
Jiwamu kosong, sebab tak pernah menbaca Al-Quran
Jiwamu sepi, sebab tak suka memberi zakat

Bertaubatlah…
Bertaubatlah selagi kau masih di Dunia…
Bertaubatlah sebelum azal menjemputmu…
Mohon ampunlah kepada Allah, sebab…
Dia adalah Maha pengasih dan Maha penyayang…

Bertaubatlah…
Agar terhindar dari azab kubur dan siksa Neraka
Dan mintalah agar dibukakan pintu ke surga
Sebab Dia Maha mendengar dan Maha pemberi
Bertaubatlah demi Allah