Usap dahiku kan kuceritakan sejuta kisah indah itu..

Rasakan resahku dan rangkaian kata indah kan tercipta untukmu..

Hanya engkau yang mengerti ucap kasihku..

Engkau yang telah lelah menemani nafas waktu..

Pujangga malam terpana memandang kilauan itu..

Hangatnya engkau dekap gemuruhku..

Senyum itu anugrah jiwa terikat nafas,mimpi terangkai didekapmu..

 

Irama malam sandarkan aku dalam buayan itu..

Dengan canda tawamu..Walau sejenak..

Dahaga ini terurai disetiap sentuh lembutmu..

Tak sedetikpun jiwa ingin beranjak..

Timang kasihmu bagai membawa jiwa melukis mimpi indah tak berujung..

Lelapku ..dekapmu..menyatu..

 

Menatap langkahmu dan sejuta kerikil waktu..

Terlihat jelas pandang indah itu..

Menggengam jiwa..Anugrah terindahku..

Belai lembut jarimu..

Ajarkan aku tuk memahami indahnya waktu bersamamu..

 

Rangkaian cerita yang tertulis dinafasmu..

Sepimu sirna, ketika aku tertawa meski galau menyita jiwa..

Syimponi jiwa terangkai ketika malam menyapa, tetap senyummu temani lelapku..

I Miss You..Mama..Papa..Ibu..Ayah..Emak..Bapak..

Apapun panggilan indah untukmu..

Mungkin aku tak secemerlang bintang yang bersinar..

Tetap kalimat indah “engkau kebanggaanKu” yang menyapa aku..

Mungkin aku tak seindah purnama..

Tetap lukisan indah yang engkau hadirkan kejiwaku..

Ialah keindahan jiwaku, indah tertanam dihati..

 

Bunda..Ayah..

Kerinduan ini tak henti menyapa..

Ukiran nafas hadir menyapa Doa..

Semua menyatu dalam hening rinduku..

Tersenyumlah Ibu..Ayah..

Walau kini engkau telah berada dalam istana syurga..

Syair Rindu takkan lelah menyapamu..

Aku..Simungil..Simanis..Jagoanmu..Kebanggaanmu..Juwitamu..

Semua panggilan indah itu yang warnai jiwa..

Akan kurangkai, indahkan engkau dalam bait doa..

Dalam Hening Kurindu..Senandung doa terangkai untukmu…

Cahaya Jiwa..Ibunda..Ayahanda..

About these ads