Allahu Akbar, zat yang menguasai semesta alam yang maha pengasih lagi maha penyayang. Seorang yang mengaku bahwa dirinya seorang muslim tentunya sudah pasti tahu akan hal itu, tetapi apakah mereka benar-benar yakin atas pengetahuan mereka tersebut ? Apakah pernah mereka duduk bersimpuh untuk sekedar mengadu tentang segala permasalahan dirinya? Apabila mereka benar-benar yakin atas pernyataan tersebut, tentunya mereka tidak akan meminta pertolongan atas setiap permasalahan dirinya kepada selain Allah. Baik itu manusia lain, terlebih lagi kepada benda-benda yang sudah tentu tidak dapat memberikan syafaat apapun kepada mahluk hidup. Jadi sebaik-baiknya pertolongan adalah pertolongan Allah, dikarenakan segala cobaan dan ujian hanyalah bersumber kepada Allah yang Maha Agung dan segala penyelesaian juga bersumber kepada-Nya. Read more…

 

Al Qur’an adalah pedoman hidup bagi seluruh umat manusia, khususnya umat Nabi Muhammad SAW. Pertanyaan kali ini adalah apakah di dalam Al Qur’an dijelaskan petunjuk tentang jalan keluar dari segala permasalahan kita? Jawabannya adalah iya, di dalam Al Qur’an telah diajarkan tata cara meminta pertolongan segala permasalahan kita melalui pertolongan Allah. Pada surat Al Baqarah ayat 1 – 5 telah dijelaskan bagaimana cara seorang muslim meminta pertolongan kepada sang Khalik.

 

Alif laam miim. (QS. 2:1)

 

Kitab (Al-Qur’an) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertaqwa (QS. 2:2)

 

(yaitu) mereka yang beriman kepada yang ghaib, yang mendirikan shalat, dan menafkahkan sebagian rezki yang Kami anugerahkan kepada mereka, (QS. 2:3)

 

Dan mereka yang beriman kepada Kitab (Al-Qur’an) yang telah diturunkan kepadamu dan Kitab-kitab yang telah diturunkan sebelummu, serta mereka yakin akan adanya (kehidupan) akhirat. (QS. 2:4)

 

Mereka itulah yang tetap mendapat petunjuk dari Rabb-nya,dan merekalah orang-orang yang beruntung. (QS. 2:5)

 

Dari ayat diatas dijelaskan pada ayat pertama, Alif laam miim. Ayat tersebut sering juga dikenal dengan ayat-ayat mutasyabihaat yang sebagian ahli tafsir menafsirkan sebagai ayat yang berguna sebagai penarik perhatian orang yang membacanya agar memperhatikan petunjuk yang akan diberikan dari Al Qur’an.

 

Pada ayat kedua dikatakan bahwa tidak adanya keraguan didalam Al Qur’an ini, yaitu kitab yang merupakan petunjuk bagi orang-orang yang bertaqwa. Jadi apabila kita sebagai seorang muslim ingin mendapatkan petunjuk dari Al Qur’an yang merupakan kitab yang tidak diragukan lagi kebenarannya, kita harus benar-benar beriman dan bertaqwa. Taqwa dalam artian yakin dan sungguh-sungguh melaksanakan perintah di dalamnya dan meninggalkan semua yang dilarang oleh Allah dan tertulis di dalamnya pula.

 

Lalu apa saja yang harus dilakukan oleh kita sebagai seorang muslim agar dapat menjadi orang yang disebutkan pada ayat kedua tersebut? Di ayat kelima dijelaskan bahwa orang yang memperhatikan itulah orang yang tetap mendapat petunjuk dari Rabb-nya, dan merekalah orang-orang yang beruntung. Dijelaskan bahwa hanyalah orang yang bertaqwa yang akan mendapatkan petunjuk dari Allah, dan terlebih lagi mereka adalah orang-orang yang beruntung. Alangkah bahagianya dan merupakan suatu idaman bagi setiap muslim untuk menjadi orang yang beruntung menurut Al Qur’an yang sudah dijamin kepastiannya oleh Allah.

 

Kemudian timbul lagi pertanyaan berikutnya, bagaimana cara yang harus ditempuh oleh seorang muslim agar mendapatkan petunjuk dari Allah? Hal tersebut dijawab oleh Allah melalui ayat yang ketiga, yaitu mereka yang beriman kepada yang ghaib, yang mendirikan shalat, dan menafkahkan sebagian rezki yang Kami anugerahkan kepada mereka. Di ayat tersebut terdapat 3 langkah, yaitu :

 

1. Beriman kepada yang ghaib, hal ini sebelumnya telah diperjelas dengan adanya rukun iman yang mendasari kehidupan akhirat seorang muslim. Mengi’tikadkan dengan segala sesuatu yang maujud seperti halnya beriman kepada Allah, malaikat-malaikat, hari akhir dan sebagainya dengan berdasar dalil-dalil yang ada. Dengan mengimani yang ghaib, maka akan membangkitkan rasa takut akan ketentuan Allah apabila kita merasa melakukan kesalahan dikarenakan yakin bahwa Allah itu ada dan tahu akan segala gerak gerik kita di dunia.

 

2. Mendirikan sholat, tentunya ciri utama yang dimiliki oleh seorang muslim adalah sholat. Sholat yang merupakan tiang dari agama ini merupakan media penghubung antara seorang hamba dengan penciptanya, yaitu Allah SWT. Dengan sholat dan senantiasa berdoa kepada Allah akan memperjelas pengabdian diri kita kepada-Nya dan meningkatkan rasa rendah diri terhadap Allah.

 

3. Menafkahkan sebagian rezeki yang dianugerahkan kepada kita, dalam hal ini ditekankan pengertiannya kepada sedekah. Sedekah tidak hanya berdampak kepada orang-orang yang menerimanya seperti orang-orang fakir, orang-orang miskin, kaum kerabat, anak-anak yatim dan lain-lain, akan tetapi nilai keikhlasan akan sedekah tentunya akan sangat berdampak besar tehadap diri kita sendiri. Dengan ikhlas dalam bersedekah sudah tentu akan menambah tingkat ketqwaan kita sebagai hamba yang memang tidak mempunyai daya dan upaya selain pemberian dan atas izin Allah.

 

Kemudian pada ayat keempat dijelaskan bahwa agar dapat bertaqwa dan mendapatkan petunjuk Allah adalah mereka yang beriman kepada Kitab (Al-Qur’an) yang telah diturunkan kepadamu dan Kitab-kitab yang telah diturunkan sebelummu, serta mereka yakin akan adanya (kehidupan) akhirat. Dengan meyakini ayat keempat ini, kita senantiasa yakin bahwa Taurat, Zabur, Injil dan Shuhuf-shuhuf yang tersebut dalam al-Qur’an adalah benar merupakan kitab-kitab yang diturunkan oleh Allah dan disempurnakan dengan turunnya kitab yang terakhir, yaitu Al-Qur’an. Lalu dengan mengimani hari akhir, kita senantiasa yakin bahwa akan ada kehidupan yang kekal setelah kita mati. Akhirat merupakan tujuan akhir dari pencarian seorang muslim di dunia. Dengan meyakini hal itu, sudah tentu seorang muslim akan selalu memperbaiki diri dan senantiasa melakukan yang terbaik dalam menempuh jalan yang diridhoi Allah.

 

Sahabatku, dengan meyakini kelima ayat tersebut tentunya kita akan memperoleh kemudahan dalam mencari petunjuk Allah dan senantiasa menjadikan kita sebagai seorang muslim yang benar-benar bertaqwa kepada Allah. Dengan demikian, pertolongan apalagi yang akan kita harapkan selain pertolongan Allah. Bukankah Allah merupakan sumber penyelesaian dari segala masalah kita? Sehingga hanya dengan melalui pertolongan Allah lah kita akan menyelesaikan segala permasalahan kita dengan mudah. Sebagai seorang hamba, kita benar-benar tidak memiliki daya apapun untuk melakukan sutau hal kecuali atas izin dan pemberian dari Allah. Maka dari itu, marilah kita senantiasa memperbaiki diri kita sehingga pertolongan-pertolongan Allah itu akan lebih mudah kita terima.

 

Semoga kita menjadi salah satu hamba Allah yang bertaqwa dan mendapatkan petunjuk dari Allah,

 

Insya Allah